Thursday, February 16, 2012

Berkarya

Berhubung sekarang lg banyak waktu luang, jd daripada terbuang sia-sia lebih baik dimanfaatkan utk buat prakarya deh... untung-untung klo banyak yg suka trus bisa dijual... hihihi... :P

Ini dia hasil karya terakhirku... gelang n kalung yg dibuat dari batik. cekidooot ;)


Monday, May 2, 2011

Little Note about Bug Advocacy

Lagi cari-cari file buat referensi kerjaan, eh... ketemu tulisan kenangan yang aku buat untuk nge-claim 'Expert' untuk Bug Advocacy competency item di PT M dulu :P

Yah... itung-itung buat share ilmu sekalian nambahin postingan di blog ini biar ga sepi-sepi amat... ahahay ^o^

*berhubung yang punya PT M wong londo (a.k.a. bule), dan kebanyakan client nya juga wong londo, jadi kebiasaan disana ya kalo untuk komunikasi yg formal, terutama yg tertulis, yah harus pake bahasanya wong londo... jadinya artikel nya in english deh... belepotan dikit gpp yee, asal intinya tersampaikan ^_^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ** ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Cem Kaner said that Bug Reports are Software Testers’ primary work product. The best tester is not the one who finds the most bugs or who embarrasses the most programmers. The best tester is the one who gets the most bugs fixed.

The question is how could we make programmers (developers) to fix our bug? It is by “selling” our bugs to them.

There were times where developers would make excuses or reasons for defending the code they built. Sometimes they might even argue about the defect that we found. This often happen when my team and I found a defect that only happened in a certain environment; for example, the application runs well in Mozilla, but not in IE7. Therefore, before the testing began, I confirmed the required environment (agreed by stakeholders) first; i.e. IE7. Many developers weren’t aware about this agreement at first, because they were developing using Mozilla as their browser. Therefore I motivated my team to always write the testing environment; the test site we use (because we have many application servers for testing and development purposes), the browser we use and give them the understanding about the agreed environment.

Testing a big system which has many integrated modules is quiet challenging. We often find defects that the main problem is not in the module (area) that we are currently testing. In this case, instead of just report the defect in that particular area, we need to trace the source of the trouble. For example, when I found a page that was sometimes becoming run time error, but some other times it worked just fine. Instead of reporting “if you lucky, you’ll find it” or “keep trying until the error happen” in my defect report, I put some extra effort to isolate the defect. And then, it appears that the defect was caused by the auto numbering feature that caused a SQL deadlock when 2 or more pages with auto numbering value are accessed in the same time. By knowing the exact way of how to reproduce the defect, we make our defect accountable.

Sometimes, in order to make our defects fixed, putting the impact (what would happen if the defect is not fixed) would make our defect report more convincing. For example, I often report defects that related to usability that could potentially be ignored by the developer because they would think that the defect is unimportant. One of my experience, when I was doing localization testing, I found that a description of an item is only displayed when user’s language preference was same as item’s language description that has been inserted. While user is not required to insert description in all language preferences, there is a chance that when user open an inventory list, the list would only display the number without description and it will be annoying for the user. By letting they know about the impact of the bug we reported, will add the “selling point” of our defect.

Talking about impact, it is closely related to severity level. In the beginning of our testing period, the development team argued about severity level that testers have set for several defects. It happened because every person might have different point of view in seeing a problem (defect). In order to minimize this kind of dispute, I decided to share a guideline (the related email is attached) for setting the severity level to help my team and to let the development team knows the standard that the testers follow.

In the current project I tests, my team and I often faced with the fact that the oracle (BRS and SRS) are not up to date; indicated by many functionalities that are not described in the BRS or SRS. When this situation is happening, I always motivate my teammates to confirm the feature to the responsible Analysts (I recommend to use the email, so we could have evidence) and log a requirement defect if the feature has worked properly but has not been documented, or create another defect if the feature is not working as it should.

Tester’s customer (buyer) is developer; therefore, we need to make a good impression to developers so they can trust us and willing to fix our defects. In order to provide a good and convincing defect reports, our soft skills as Software Testers are also challenged. We need to avoid embarrassing or offend the developer’s feeling, in the other hand, we also need to make them fix our bugs. How to convey the issues we found to developers through direct discussion, IM, email and also defect reporting tool are important. At first, we found it difficult to work with developers in this project because we have not got their trust yet. The developers (especially their ANs) often said that we had not tested the system thoroughly even though we had found many critical defects, etc. But our hard work has now been paid; it is a lot easier to escalate issues that we found during our testing and make developers fix our bugs.

Originally created on: 18 Nov 2010
by: Maria Christanti

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ** ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Semoga bermanfaat...

Cheers ^^

Wednesday, December 15, 2010

The Palace of Illusion (Istana Khayalan)

The Palace of Illusions (Istana Khayalan)The Palace of Illusions by Chitra Banerjee Divakaruni

My rating: 5 of 5 stars


Buku hasil tukeran dengan Mia DQ (lagi) hehe...

Bukunya tebel, jadi rada lama bacanya. Tapi, keseluruhan ceritanya bagus banget. Karena dikisahkan dari sudut pandang perempuan, kisah Mahabharata ini jadi terasa lebih intim dan romantis.

Meskipun Dropadi menikahi para Pandawa yang sangat hebat itu, namun hatinya tidak pernah berhenti mencintai Karna yang sederhana. Mencengangkan bagaimana cinta bisa benar2 tercipta dari pertemuan singkat yang justru menyakitkan. Menyakitkan bukan hanya bagi Karna yang mendapat penghinaan dari wanita yang diingininya, tapi juga bagi Dropadi yang terpaksa menyakiti hati lelaki yang sebenarnya telah merebut hatinya itu demi menghindari kakaknya dari pertengkaran yang mungkin dapat membahayakan nyawa kakak yang dicintainya itu... dan banyak lagi kisah2 menakjubkan lain yang diungkapkan dalam buku ini dengan cara penyampaian khas perempuan.



View all my reviews

Little Women

Little WomenLittle Women by Louisa May Alcott

My rating: 5 of 5 stars


Kisah dari Meg, Jo, Beth n Amy benar2 tak lekang oleh jaman. Walaupun kisah ini sudah ditulis sejak abad ke 19, tapi tetap berkesan sampai saat ini. Sarat dengan nilai-nilai moral yang sangat bermakna, buku ini wajib dibaca oleh semua perempuan di seluruh dunia *rada lebay sepertinya heheheh...

Kesederhanaan tidak menghalangi 4 gadis yang luar biasa ini untuk tetap menikmati dan bahkan berbagi dengan orang lain. Betapa menyenangkan hubungan mereka berempat. Mereka selalu berbagi kisah dan kasih sayang satu sama lain. Meskipun mereka selalu berkeluh kesah mengenai beratnya beban yang harus mereka tanggung, namun selalu ada saja salah satu dari mereka yang bertugas utk 'membangunkan' yang lain  sehingga pada akhirnya mereka selalu bersyukur dan optimis kembali dengan keadaan mereka - seringkali Beth lah yang mengambil peran ini ^^

Membaca buku ini benar2 membangkitkan rasa iri... iri dengan kebaikan hati mereka, iri dengan ketabahan mereka, bahkan iri dengan kedekatan mereka satu dengan lainnya... Ah... seandainya aku punya saudara2 perempuan seperti Meg, Jo, Beth n Amy... pasti seru sekali... sayangnya satu2nya saudara perempuanku sudah menjadi orang yg benar2 asing semenjak kenal dengan kekasihnya yg sekarang... *loh, kok jadi curcol... hehehe...

Inget pernah baca versi komik n jatuh cinta ma si Meg, Jo, Beth n Amy ever since hahaha... *tapi sayangnya aku lupa judul komiknya... hicks... seingetku sih judulnya Little March... Tapi kenapa susah banget yah cari komiknya lagi... kemaren beli komik bekas dgn judul Little March, tapi ternyata isinya beda jauh... T__T jadi sedikit meragukan ingatanku sendiri nih... (-.-)'





View all my reviews

Little Vampire Women

Little Vampire WomenLittle Vampire Women by Lynn Messina

My rating: 2 of 5 stars


Read few chapters of this book on a half hour flight from Surabaya to Denpasar. I thought the story would continue the original version. But I was totally wrong *and disappointed :( since I am not a big fan of Vampire. The story is re-telling the original version with the main characters are Vampire. Argh... this vampire thing just broke the sweetness and innocence of March girls.

2 stars are for my forever star, the original March girls; not for the vampire girls.



View all my reviews

Sunday, July 18, 2010

Percy Jackson #2 - Lautan Monster

  Lautan Monster (Percy Jackson and the Olympians, #2)Lautan Monster by Rick Riordan
My rating: 4 of 5 stars

Gara2 baca buku ini nih, jd kurang tidur... blom lg males mandi n lupa makan... hihihi (beneran loh :P)

Petualangan Percy makin seru di bukunya yg kedua ini. Ternyata dia punya saudara tiri yg... yah, pada awalnya Percy rada2 malu juga dibuatnya. Tapi pada akhirnya kebaikan dan kepolosan saudara tirinya ini meruntuhkan hati Percy jg dan membuat dia ga malu lagi mengakui saudara tirinya...

Bermula dari mimpi Percy tentang sahabat lamanya Grover yg sedang terancam bahaya, petualangan Percy pun dimulai. Hampir aja Percy melalui setahun penuh di sekolah tanpa masalah, tapi ternyata dia kurang beruntung.

Satu misi yg berat yg mengharuskan Percy dan kawan2 bertaruh nyawa mengarungi lautan para monster demi menyelamatkan nyawa seorang sahabat dan seluruh perkemahan blasteran.

Buku ketiga harus lebih seru nih ;)

View all my reviews >>

Wednesday, July 14, 2010

Percy Jackson #1 - Pencuri Petir

  Pencuri Petir (Percy Jackson and the Olympians, #1)Pencuri Petir by Rick Riordan

My rating: 4 of 5 stars


Ternyata cerita yg di film beda jauuuuh dgn bukunya...
Untung aja nonton film nya duluan daripada baca bukunya... dijamin klo udah baca bukunya duluan trus baru nonton film nya, bakal bete abis ma film nya... (tp emang biasa begitu sih, buku pasti lbh bagus dibandingkan film nya) :P

Jalan ceritanya asik buat diikutin, seru sekaligus lucu. Cuma rada sedikit kecewa dengan terjemahannya sih... baca yg bahasa inggris nya lebih dapet serunya kali ya... (tapi mahal :P)

Banyak sekali gossip dewa-dewi di Olympus sana yg dibocorin di buku ini hihihi... bingung ah mo tulis apa lg, soalna dah ga sabar mo nerusin cerita di buku kedua nya nih :P

View all my reviews >>

Monday, July 5, 2010

The Five People You Meet in Heaven

The Five People You Meet in Heaven - Meniti Bianglala The Five People You Meet in Heaven - Meniti Bianglala by Mitch Albom


My rating: 4 of 5 stars
Dari sekian banyak pengarang yang bikin saya penasaran untuk menambah koleksi buku saya dari pengarang yang sama, Mitch Albom salah satu yang berhasil membuat saya penasaran dengan bukunya yang lain setelah membaca karyanya yang satu ini.

Imajinasinya tentang kehidupan setelah kematian, mengingatkan saya akan buku karya Arswendo yang pernah saya baca duluan: "Kau Memanggilku Malaikat". Meskipun tidak benar2 sama, tapi ada beberapa peristiwa yang membuat saya mau tak mau jadi membandingkan :P Tapi sepertinya latar belakang iman cukup berpengaruh atas kesamaan yang saya tangkap dari kedua penulis tersebut. Yang membuat saya jadi menerka2, mungkin kalau seandainya saya juga disuruh membayangkan tentang perjalanan kematian (karena terus terang saya tidak pernah serius memikirkan itu sebelumnya), mungkin saya juga akan memiliki imajinasi yang kurang lebih sama dengan mereka berdua *kenapa jadi OOT yah? :P*

Anyway, banyak pelajaran yang bisa diambil dari membaca buku ini. Bahwa sebenarnya segala kejadian dalam hidup ini; bahkan kejadian kecil sekalipun yang luput dari perhatian kita, orang2 yang pernah ada di hidup kita; bahkan orang yang tidak kita sadari keberadaannya, semuanya itu ternyata sebenarnya berpengaruh terhadap hidup kita. Mungkin ini bisa menjadi pengingat buat kita untuk jangan pernah menganggap kebaikan, sekecil apapun itu, sia-sia. Tidak ada kebaikan yang sia-sia... demikian pula sebaliknya; kejahatan, sekecil apapun itu, dapat saja berpengaruh terhadap hidup kita maupun orang lain... dan masih banyak lagi pelajaran lain yang bisa didapat dari buku ini...
Just read it ;)

View all my reviews >>

The Story Girl

The Story Girl The Story Girl by L.M. Montgomery


My rating: 5 of 5 stars
Nilai sempurna untuk cerita The Story Girl.
Ceritanya dirangkai dengan sangat indah. Terjemahan nya juga bagus, sanggup mencerminkan ke-klasik-an cerita asli nya (yang saya berani bertaruh, pasti saya akan menyerah kalau harus membaca dalam bahasa asli nya: inggris :P hihihi).

Kalau ada buku yang sangat cocok untuk memberikan pendidikan etika kepada anak (kelak), buku ini akan saya taruh di daftar paling atas pilihan saya :P
Cerita di buku ini dijamin akan membawa imajinasi kita untuk membayangkan pulau Prince Edward yang indah dengan perkebunan keluarga King yang sangat menyenangkan dan tidak ketinggalan petualangan si Gadis Dongeng yang menjadi bintang dari cerita ini bersama dengan teman-teman sepermainannya yang sangat unik dan seru, membuat kita ingin berada bersama-sama dengan mereka dan mengikuti semua petualangan mereka ^^

Dongeng terfavorit saya yang diceritakan oleh si Gadis Dongeng: dongeng tentang asal mula galaksi bimasakti (milky way).
Oh ya, dari buku ini saya juga jadi tahu lho, kalau ternyata minum susu setelah mengkonsumsi timun itu bisa menjadi racun bagi tubuh kita hihihi... *saking penasarannya, saya sampe "googling" untuk mengkonfirmasi kebenaran teori ini :D

Oh ya, gara2 baca buku ini, saya jadi penasaran dengan karya2 Lucy M. Montgomery yg lain. Selain itu tambah lagi buku yang ingin saya koleksi: buku cerita anak yg klasik seperti buku ini hihihi... (itung2 buat bekal warisan utk anak cucu nantinya :P)

View all my reviews >>

Thursday, June 24, 2010

Narnia - book set ^^

The Chronicles of Narnia (#1-7) The Chronicles of Narnia by C.S. Lewis


My rating: 5 of 5 stars
7 books done, and none of it I dislike. I love 'em all... love love love love uncle C.S. Lewis ^^so many things children can learn from this book. Absolutely a must read for my future children :)

View all my reviews >>

Thursday, April 15, 2010

The Shack

Lupa nge-update review ini... :P dah lama dibuatnya, tp lupa di-upload ke sini juga ^^

The Shack The Shack by William P. Young


My rating: 5 of 5 stars
Speechless.

Kalo dilihat dari perjalanan pembuatan buku ini, sepertinya buku ini memang dipersiapkan dengan sangat matang sebelum akhirnya dipublish secara besar2an sampai saat ini. Baca proses yg harus dilalui buku ini sampe edisi yg sekarang, no wonder buku ini di mata saya demikian sempurna. Emosi-emosinya nyata, pertanyaan-pertanyaan Mackenzie Allen Philip juga nyata...

Sepanjang baca buku ini saya jadi bertanya2, pernahkah Tuhan benar2 menggunakan cara seperti itu untuk menyatakan diriNya? soalnya membaca buku ini benar2 nyata, seolah2 saya juga ikut merasakan semua yang ada di dalamnya. Seakan-akan saya juga sedang melihat sosok2 Tuhan yang nyata di buku ini. Tuhan yang mencintai ciptaanNya, Tuhan yg ingin dekat dengan ciptaanNya, bukan Tuhan yg bossy, bukan Tuhan yg tukang hukum... bukan Tuhan yang menakutkan, yg seringkali dicitrakan oleh para pengikutNya yang salah kaprah. Dan menurut saya, itulah sosok Tuhan yang sesungguhnya ^^

Seandainya buku ini benar difilmkan (udah belum yah...? hehe... ga pernah update berita ttg perfilman lg, lg sok sibuk :P) saya rasa filmnya bakal bener2 seru... bikin nangis bombay :P
Dan lebih seru lagi, konflik2 yg bakal ditimbulkan klo film ini udah terbit, pasti seru... hihihi... bonus :P

View all my reviews >>

Another book review - Erec Rex

The Dragon's Eye: Mata Naga (Erec Rex, #1) The Dragon's Eye: Mata Naga by Kaza Kingsley


My rating: 3 of 5 stars
3.5 bintang sih sebenernya... :P

Saking dah mulai jarangnya berkeliaran di toko buku, kalo si Mia Drama Queen ga nge-recommend (n minjemin buku ini tentunya), mungkin aku ga akan pernah berkenalan dengan si Erec Rex ini... hihihi... *thanks yah Mia... ^^*

Lihat sekilas sampulnya, temen2 pada bilang: "Kok mirip Harry Potter?" aku juga pikir hal yang sama awalnya...

Tapi setelah dibaca, sebenernya ga sama2 amat sih dengan HP (IMO). Yah kalaupun mungkin beberapa tokoh di Erec Rex ini kadang mengingatkan kita pada beberapa tokoh di HP, yah... tetep aja kita harus menghargai penulisnya utk membuatnya jadi beda, ya toh...? hihihi :P

Anyway... saya menikmati isi ceritanya, saya menikmati petualangan si Erec Rex dan Bethany. Dari niat awal mencari ibunya yang hilang sampai akhirnya terlibat dalam kontes untuk mencari orang-orang (anak-anak) untuk dijadikan raja dan ratu. Yang paling saya suka dari buku ini adalah banyaknya detail2 yang memanjakan fantasi pembacanya. Mahluk2 fantasi, bahan2 ramuan sihir, dan juga cara Kaza Kingsley dalam memadukan teknologi dan juga dunia sihir ini cukup unik, dan saya suka yang seperti ini. Semakin jauh sebuah fantasi itu dari kenyataan, semakin baik -setidaknya itu menurut saya ^^ hihihi...

Cuma sepertinya masih lumayan banyak yah hal-hal yang belum terungkap dari buku ini... Mungkin sengaja disimpan untuk buku2 selanjutnya? yah... ditunggu saja lah... ^^

View all my reviews >>

Tuesday, March 23, 2010

Silver Phoenix - book review :)

Silver Phoenix Silver Phoenix by Cindy Pon


My rating: 3 of 5 stars
Siapakah yang dapat menentukan sendiri takdirnya atau memesan bagaimana jalan hidupnya akan berlangsung? Kalau boleh milih, kita pasti pengennya hidup kita tetap berjalan dengan tenang dan lurus2 saja... yah kalaupun ada belok2nya, belok2 dikit masih oke lah...

Tapi apa jadinya jika ternyata tanpa kita kehendaki kita diperhadapkan pada sebuah jalan yang mengharuskan kita untuk keluar dari zona nyaman kita dan harus menghadapi tantangan2 yang teramat berat di luar sana...

Itulah yg terjadi pada Ai Ling. Gadis rumahan biasa yang tidak terlalu biasa, karena disaat gadis2 lain pada jamannya tidak diajarkan baca tulis, dia diajarkan oleh ayahnya yang adalah mantan cendikiawan istana. Ai Ling yang sebelumnya tidak pernah dilatih ataupun dipersiapkan untuk menghadapi makhluk2 jahat, tiba2 harus menghadapi para makhluk itu dalam perjalanannya untuk menyelamatkan ayahnya.

Setiap jagoan pasti punya kekuatan andalannya. Kekuatan Ai Ling, bisa dibilang kekuatan yg cukup menggiurkan juga kali ya... Bayangin kita bisa masuk ke jiwa orang lain, trus bisa baca pikiran orang itu. Dan ternyata ga cuma sampe disitu aja, seperti kekuatan2 lain; semakin sering kita gunakan, maka kekuatan itu akan makin terasah. Kemampuan Ai Ling juga terus berkembang seiring perjalanannya.

Baca buku ini jadi membayangkan, gimana ya seandainya makhluk2 dalam buku bacaan kita kemudian menjelma jadi makhluk2 yang nyata di hadapan kita hihihi... serem2 seru kali ya... :P

Ceritanya seru sih... tapi rada kurang greget menurutku. Musuh2nya gampang banget dikalahin. Sekali dihadepin, udah aja ga muncul2 lagi... Sepertinya kekuatannya membuat segalanya jadi lebih mudah. Tapi make sense jg sih... kalo jiwa dari sesuatu itu sudah dihancurkan, pasti ga akan bisa bangkit lagi... hehehe... 3 bintang deh :)

View all my reviews >>

Friday, March 19, 2010

L.o.v.e


 I believe that when we look for love courageously, it reveals itself, and we attract even more love. If one person really wants us, everyone does. But if we're alone, we become even more alone. Life is strange… 
-Paulo Coelho-


"You know you're in love when you can't fall asleep because reality is finally better than your dreams."
 -Dr. Seuss-


Gambar: Boy and Girl Gazing at the Moon by Norman Rockwell - dipinjem dari: http://www.museumsyndicate.com/

Thursday, March 18, 2010

2010

Pertamaaaxxx...

Wkwkwk... posting pertama di tahun 2010. H-4 dari hari ultahku *sekalian buat ngingetin bagi yg mau ngasih kado* :P

Hufff... mo ngapain ya... *garuk2 kepala*

Hoaaahm... ngantuk...

Bobo ah....

*gak jelas banget ya... =))*

Monday, November 16, 2009

Ucrit Eksis ;))

Kemaren lagi iseng, trus bikin bikin skin buat Personas ku di firefox deh... hihihi...

Pada tau Personas ga...? Personas itu salah satu add ons nya Firefox yang asik banget deh... dengan Personas, skin browser kita bisa diganti ganti dengan gambar yg lucu-lucu...
Kita juga bisa lho... bikin sendiri skin buat browser kita... :) Kemaren lagi iseng, trus ada hasrat terpendam juga buat bikin si Ucrit (kucingku yang lucu) terkenal xixixi...
Jadinya aku bikin skin sendiri deh... lucu lho... :P
Bikinnya ga susah kok... cukup ngikutin panduan yang disediain di webnya Personas aja, beres deh... hihihi...

Buat yang udah punya personas dan mau pake skin dengan gambar si Ucrit yang lucu... bisa diambil dari sini nih...

Nih nih nih... screenshotnya si ucrit yang sedang mejeng di browserku:



Hihihih... lucu yaaaa... kalian boleh banget kok pajang si Ucrit di browser kalian juga... :"> jangan lupa yah, tempatnya ada disini: http://www.getpersonas.com/en-US/persona/67983

Monday, November 2, 2009

Lebih Dekat dengan Watir

Berhubung masih belum ada task, belajar Watir pun dilanjut... *curcol* :P
Nah... kalo kemaren baru ngebahas gimana nginstall Watir, seperti yang udah diniatin, sekarang mau ngebahas tentang kelebihan-kelebihan Watir.

Keunggulan yang utamanya yaitu Open Source alias gratisan! karena dia menggunakan bahasa pemrograman Ruby yang open source.

Hmm... selain itu apa yah... *mikir* oh ya, untuk pake Watir ini gak perlu kudu master pake bahasa Ruby dulu... tapi kita cukup tau beberapa sintaks aja, udah bisa coba2 beraksi dengan Watir. Dan sejauh pengalamanku, yang ga pernah pake Ruby sebelumnya dan baru coba Watir, emang ga terlalu susye kok... ^^

Selain itu semua, nih ada pembahasan yang lebih pro dari ahlinya: *beda jauh banget dengan pembahasanku yang cupu :P*
Watir
View more presentations from Sai Venkat.

Sunday, November 1, 2009

New Face

Hihihi... ganti template dengan yang lebih simpel. Tapi ga kalah menarik kok dengan yang kemaren. Kali ini karena sudah berpengalaman dengan ganti template yang sebelumnya, jadi lebih lancar... hohoho...

Tapi masalah yang sama berulang: tiap kali ganti template, selalu link ke blog temen2 jadi ikut ngilang... huiks... -_-;

Thursday, October 29, 2009

Watir - My First Step

Beberapa hari yang lalu, untuk mengisi waktu idle di kantor disuruh belajar satu tool untuk testing yang namanya Watir (dibacanya "water" katanya :P). Apa sih Watir itu? Kependekan dari "Web Application Testing In Ruby". Dari namanya aja udah mendeskripsikan dengan jelas jati diri si Watir itu... *halah* Yup, Watir ini adalah tool untuk melakukan testing secara otomatis; kalo kata orang Jawa mah automated test tool *hihihi* yang menggunakan bahasa pemrograman Ruby. Dan yang bisa ditest menggunakan Watir ini adalah aplikasi-aplikasi berbasis web. Terutama dia support Internet Explorer. Tapi ga menutup kemungkinan juga dia bisa digunakan untuk mengontrol web browser yang lain, tapi kudu nambahin library atau kalo di Ruby dikenal dengan istilah gem.

Untuk memakai Watir ini sendiri salah satu prerequisite nya adalah Ruby harus sudah terinstall di mesin kita terlebih dulu.
Cara untuk install Ruby gimana? gampang kok... download dulu ajah disini... gratis kok ;) Nah... kalo udah punya installer Ruby nya, tinggal diinstall deh... Installnya gampang kok, kaya' install program2 lain aja di Windows... ^.~

Nah... kalo Ruby udah siap, tinggal nyiapin si Ruby supaya siap buat dipake action oleh si Watir *beuh... kata2nya bo'... xixixi*
Nah... untuk nginstall Watir ini, cukup dengan buka command prompt dan ketik "gem update --system", trus "gem install watir"gitu aja udah beres. Hal yang perlu diingat, untuk update gems komputer kita perlu terkoneksi dgn internet. Karena pada saat update atau install gem perlu terhubung ke website distribusi gems-nya Ruby. Jadi, buat yang koneksi internetnya lelet... harap bersabar ya... *curcol -_-;* xixixi...

Nah... kalo Ruby udah diinstal n Watir juga udah berhasil diinstal, berarti Watir dah siap action nih... Ada satu step yang bisa kita jalanin untuk mastiin kalo installan kita dah bener kita bisa jalanin unit test *tapi kalo dah yakin bener mah ga usah dijalanin jg gpp kok*. Untuk jalanin unit test, kita kudu buka SciTE, text editor yang otomatis keinstall waktu kita install Ruby. Nah... dari SciTE ini, kita bisa buka core_tests.rb yang ada di
C:\ruby\lib\ruby\gems\1.8\gems\watir-1.5.x\unittests\core_tests.rb
kalo kita pas install Ruby ditaro di folder C:\Ruby. Abis itu pencet tombol F5 untuk ngejalanin unit test-nya. Berdoa aja semoga berhasil... kalo ternyata gagal, berarti kita perlu update gem lagi deh... caranya ketik "gem update" dari command prompt, seperti waktu kita mo install Watir tadi.

Untuk bantu kita bikin script buat testing kita pake Watir nantinya, kita perlu tau elemen2 dari web yang bakal kita test kan... Untuk itu ada developer toolbar yang bakal bantu banget buat nampilin elemen2 web yang bakal kita test. Untuk IE web browser; ada IE Development Toolbar, dan untuk Firefox; ada yang namanya Firebug.

Nah... itu tadi step2 yang bisa (kudu) dilakuin kalo kita mo maenan Watir. Untuk perkenalan kaya'nya cukup segini dulu deh. Lain kali kita kenalan dengan si Watir lebih jauh ya... hmmm... oh ya, untuk postingan yang selanjutnya aku pengen ngebahas kelebihan2 Watir deh hehehe... *kudu dicatet dulu, biar ga lupa... maklumlah... :P*

Wednesday, October 28, 2009

Hari Sumpah Pemuda

Hari ini, 28 Oktober bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Mungkin sudah semakin banyak dari kita yang lupa dengan hari bersejarah ini. Apalagi kalo udah kerja seperti kita2 ini... *kita? elu aja deh, gw enggak wkwkwk...* Bagi yang kerjanya di kantor pemerintahan, mungkin masih ada upacara untuk menyambut hari bersejarah ini, jadi mau gak mau ya jadi inget... hihihi...

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengapresiasi hari bersejarah ini. Salah satunya yang paling populer yang banyak dipakai oleh temen2 adalah dengan memajangnya di status YM.

Dari sekian banyak status yang dipajang oleh temen2 hari ini, ada 1 status yang dipajang oleh salah satu temen kuliahku dulu yang bikin aku ngakak waktu bacanya. Nih, aku share disini biar kita bisa ketawa sama2... hihihi...



Aku bacanya sambil bayangin si empunya status ini lagi ngomong dengan gayanya yang culun2 gimanaaaa gitu... =)) *piss Yus... ;))*

*Thanks to Ayus, yang udah ngijinin statusnya buat dipost disini hihihi...