Thursday, February 16, 2012
Berkarya
Ini dia hasil karya terakhirku... gelang n kalung yg dibuat dari batik. cekidooot ;)
Friday, February 13, 2009
Earth Hour
Trus pas baca email sampe abis, ternyata kegiatan ini ditujukan terutama buat yang pada tinggal di Jakarta... Tapi, pasti buat yang tinggal di tempat lain boleh ikutan juga... hehehe... *ya iyalah... nama kegiatannya aja Earth Hour... hihihih...*
Waaahhh... jadi kaya' Nyepi selama 1 jam donk nih... seruuuu.... Pasti bakal seru lagi kalo seandainya seluruh penduduk bumi kompakan ngelakuin ini... Jadi berandai-andai nih... Tiap Nyepi kan Bali pasti jadi ngilang tuh... Nah... kalo semua penduduk bumi kompakan ngelakuin Earth Hour, jadinya bumi ngilang deh selama 1 jam... Trus, penduduk planet lain *lagi2 ini hanya khayalan hihihih...* jadi gak bisa liat bumi deh selama 1 jam... hihihih...

Ayo... ayo... semuanya ikutan yuk, Earth Hour ini... Eh, tapi hemat listrik nggak cuma penting pas Earth Hour ini aja lho... Tapi tiap hari... hehehe... Seperti kata yang di iklan tuh... "Matikan yang tidak diperlukan..." atau... "Ingat! 17 - 22!"
*eh, pada bener gak sih, kalimatnya begitu...? hihihih...*Ayo... ayo... kita semua dukung Earth Hour... Kita sayang sayang bumi kita ini nyooook...

Oh iya... isi email dari WWF itu, kurang lebih seperti ini lho teman-teman...
Hai Supporter WWF-IndonesiaAyo dukung Earth Hour Indonesia!
Sabtu, 28 Maret 2009
Matikan lampu 1 jam saja: 20.30 - 21.30
Caranya?
1. lihat film Earth Hour di http://www.youtube.com/watch?v=BjWD8pbK5t8
2. buka account facebook Anda, cari cause: dukung Earth Hour Indonesia
atau langsung klik www.causes.com/earthhourindonesia dan join
3. bikin sistem alarm pada tanggal 28 Maret 2009, jam 20.30 - 21.30 untuk mengingatkan diri sendiri dan menjadi bagian dari kampanye global Earth Hour
4. cari spot lampu-lampu yang strategis untuk dimatikan, baik di rumah, sekolah, kampus, atau kantor, pada jam tersebut
5. ajak rekan-rekan dalam jejaring Anda untuk partisipasi di kampanye ini. Jangan lupa tulis berapa orang yang berhasil Anda ajak
6. kirim surat dukungan Anda kepada kami: support-wwf@wwf.or.id
Kami mengajak sekolah, kampus, perkantoran, dan pemerintah untuk bergabung
7. mohon sebarluaskan virus Earth Hour Indonesia melalui tulisan email ini8. foto kegiatan Anda dan jejaring Anda pada tanggal 28 Maret 2009 (sebelum dan sesudah mematikan lampu). Atau, baca no. 109. tulis cerita menarik seputar Earth Hour Indonesia di blog dan kirimkan url-nya kepada kami10. Datang dan ajak semua jejaring Anda di kegiatan WWF-Indonesia pada tanggal 28 Maret 2009. Tunggu kabar kami selanjutnya.Kenapa?
* Jakarta adalah kota di Indonesia yang paling boros listrik, sementara masih ada 47% penduduk Indonesia yang belum mendapat akses listrik
* Indonesia perlu membangun lebih banyak lagi sumber listrik bersih - ramah lingkungan yang menjangkau daerah-daerah terpencil
* Mematikan lampu 1 jam (kurang lebih) di Jakarta = 300MW alias cukup untuk mengistirahatkan 1 pembangkit listrik
* Anda adalah 1 dari 1 milyar orang yang mematikan lampu dalam kegiatan ini
Siapa bilang Anda tidak bisa mengubah Indonesia, bahkan dunia hanya dengan mematikan lampu?
1 orang, 1 lampu, 1 jam, 1 hari, 1 dunia
Info lebih lanjut, silakan klik www.wwf.or.id atau www.earthhour.org
Apabila anda tertarik menjadi volunteer dalam acara ini, silahkan buka attachment dalam e-mail ini.Salam Lestari,Membership DivisionWWF-IndonesiaSupport WWF
===================
Membership Division
Yayasan WWF-Indonesia
Kantor Taman A9, Unit A-1
Kawasan Mega Kuningan
Jakarta 12950 - Indonesia
Phone: +62 21 5761070 ext 103
Fax: +62 21 5761080
http://www.wwf.or.id
http://www.supporterwwf.org
Go WWF, go...
Wednesday, June 18, 2008
One Little Step
Enough with just commenting
Enough with just thinking
Enough with just sit and doing nothing
I want to start with this:
being the nature's bestfriend.I've just registered today
Finally I can make a move
Just a little, though...
But hopefully this will lead to another...
I'm happy for myself... ^__^
Let's move together... ;)
Friday, May 23, 2008
Senangnya Bisa Bertindak
Yah... kita semua kan pada tau yah, kalo sumber daya alam kita sudah banyak tergantikan dengan limbah dan itu berdampak pada global warming yang sudah banyak disuarakan... Hmmm... kalo kita cuma manggut-manggut waktu denger or liat berita yang berhubungan dengan issue global warming itu pasti ga akan bawa perubahan apa-apa. Emang sih... mungkin setiap orang bakal berpikir "apalah arti diriku yang satu ini bila dibandingkan dengan bumi yang sebesar itu". Tapi pernah ga mikirnya begini: kalo ada paling engga 1/16 penduduk bumi yang berpikiran sama dengan aku, dan bersama-sama kita bertindak untuk mencegah (atau paling engga memperlambat) global warming itu, pasti jadi sangat berarti... (hanya pendapat bodoh dari seorang yang sering bertindak bodoh aja sih... hehehe)
Nah... dengan semangat itu, seorang aku pun mulai untuk bertindak... Eh, ternyata aku ga sendirian... Kebetulan aku punya adik yang ternyata punya keinginan yang sama denganku. Duh senangnya... ;)
Setelah berhasil membuat kompos pertama kami (ku sih lebih tepatnya, karena awalnya aku sendiri yg execute...), kami mo bikin next step untuk mendaur ulang kertas. Adek nyesel sih... kemaren udah menyerahkan kertas-kertas bekasnya ke tukang loak... Tapi demi terlaksananya tekad, akhirnya dirinya minta ke tementemennya untuk 'ngebuang' kertas bekas mereka ke rumah kami aja hihihi...
Wah... senangnya bisa sedikit memberikan tindakan untuk bumi ini...
Doakan kami ya... supaya kami bisa terus konsisten dengan tindakan kami, bahkan (impian kami) bisa mempengaruhi lingkungan sekitar kami untuk bertindak yang sama...
Ayo teman-teman, apa tindakan kalian?
Cheers ^__^
Wednesday, May 21, 2008
Kompos Pertamaku
Little step, aku pengeeennn sekali memanfaatkan sampah-sampah daun dan juga sampah dapur yang konon bisa dijadiin kompos. Tapi pas cari-cari di internet, kok rata-rata butuh pengolahan yang ribet bin rumit ya... pernah baca yang tampak cukup simpel, namanya takakura (kalo ga salah disini ada keterangan yang lumayan detail) tapi berhubung diriku orangnya sangat tidak mau repot, akhirnya dengan berbekal sok tau sekitar sebulan yang lalu aku coba buat lobang di halaman rumahku. Sengaja pilih tempat yang lembab - sebenernya pas milih ga ada landasan teori apaapa, cuma karena lebih mudah dicangkul aja hehe - dan kukubur deh hasil nyapu-nyapu sore itu yang ternyata dapet banyak banget daun-daun kering.
Beberapa minggu terakhir kuperhatiin kok kucingku dan teman-temannya jd banyak yang e'o disitu yah... hihihi trus kemaren iseng coba kubongkar lagi, kok ternyata daun-daunnya dah ga ada sama sekali. Wah... tampaknya daun-daunku sudah terurai... Cihuy... berhasil euy... trus, tadi pagi iseng googling dengan keyword "kompos", ditunjukin ke halamannya Wikipedia yang ini, trus ngeklik link yang ada di bawahnya tentang "Kompos Dedaunan". Wah... pas ngebaca, instingku mengatakan bahwa aku harus memastikan komposku disini nih... Akhirnya aku ninggalin comment di situ. Gini nih commentku:
maria Berkata:Cepet banget loh, hari itu juga dijawab sama yang punya blog - makasih banget yah Pak Isroi - duh senangnya... Begini kata Beliau:
Mei 21, 2008 pukul 6:59 amPak saya mau tanya, sekitar sebulan yang lalu saya membuat lubang di halaman rumah saya yg tempatnya paling lembab, kemudian menimbun sampah-sampah daun kering disitu, dengan harapan agar dapat menjadi kompos (tindakan tanpa landasan teori dari saya). Tapi setelah kemarin saya coba buka kembali lubang tempat saya menimbun itu, ternyata daun-daun keringnya sudah tidak ada sama sekali. Apakah itu berarti tanahnya sudah menjadi kompos? Oh ya, sebagai tambahan informasi, tanah yang dihasilkan jadinya memang lembab, trus mungkin karena hangat dan lembab, seringkali saya dapati kucing-kucing suka membuang hajatnya di daerah tanah tersebut. Apakah ini dapat diindikasikan bahwa saya telah berhasil membuat kompos dari daun-daun kering? kemudian, kalau dengan cara demikian saya telah berhasil membuat kompos, apakah saya juga dapat mengolah sampah rumah tangga yang lain (seperti misalnya sisa makanan dan sayuran) dengan cara yang sama menjadi kompos? Soalnya sebenarnya saya orangnya pemalas dan ga mau ribet, tapi tetap ingin mengolah sampah dengan maksimal.
Terima kasih.
isroi Berkata:Yaaayyyy!!!
Mei 21, 2008 pukul 8:14 amTerima kasih sudah berkunjung ke blog saya.
Kalau berdasarkan informasi yang Anda sebutkan, saya rasa daun-daun tersebut telah menjadi kompos dan bisa dimanfaatkan untuk tanaman atau yang lainnya.Untuk kucing yang suka BAB di tempat itu, saya ngak punya komentar. Silahkan tanya sendiri ke para kuncing-kucing itu
Kalau Anda memiliki halaman yang cukup luas, memang cara paling mudah ya.. dengan dipendam di dalam tanah. Asalkan sampah yang dimasukkan ke lubang adalah sampah organik. Sampah-sampah anorganik (plastik dkk) dipisahkan terlebih dahulu. Cara ini memang simple, apalagi kalau jumlah sampah organiknya tidak terlalu banyak.
Tetapi perlu diperhatikan bahwa karakteristik sampah dapur berbeda dengan sampah daun. sampah dapur lebih basah, mungkin banyak proteinnya. Akibatnya kalau terjadi fermentasi anaerob akan muncul bau kurang sedap, seperti bau comberan. Dan mungkin juga akan muncul belatung-belatung. Maklum lalat suka bertelur di sampah dapur.
Saran saya, buat lubang yang tidak terlalu besar. Campurkan sampah daun dan sampah dapur. Setiap beberapa hari sekali tutup dengan selapis tanah. Ini untuk menjaga agar bau yang kurang sedap tercium, dan belatung-belatung tidak terlalu banyak. Kalau banyak cacing, manfaatkan saja para cacing-cacing ini.
Demikian, semoga bermanfaat.
Berarti kompos hasil sok tauku berhasil donk... Yes!!!
Kalo gini, jadi semangat deh, melubangi halaman rumah untuk kompos-komposku yang berikutnya...
Doakan saya ya.... ^__^


