Showing posts with label Contemplation. Show all posts
Showing posts with label Contemplation. Show all posts

Monday, December 15, 2008

Forgive me Mom... T_T

Kira2 itu status yang aku pasang di YM-ku pagi ini.
Kenapa...? hmmm... begini ceritanya...

Tadi malem ibuku telpon ke aku...
Awalnya ngomongin tentang adeku yang pengen kuliah lagi dan kemungkinannya untuk keluar dari pekerjaan yang sekarang dan lain sebagainya. Karena udah terlalu sering adeku itu ngomongin rencana-rencananya dan kemudian dia dengan seenak hatinya dia membatalkannya sendiri... akhirnya saat ini aku sampai pada titik dimana aku sudah benar2 gak tertarik lagi dengan pembahasan yang satu ini *selain itu, aku juga orangnya emang paling males ngomongin rencana untuk hal yang masih gak jelas alias blom tentu bakal jadi... apalagi kalo rencana itu gak melibatkan aku secara langsung. -nggak banget yah sifatku... ^^;*. So... aku cuma menanggapi singkat aja dan kemudian mengatakan: "halah... lihat aja sebentar lagi pasti berubah lagi rencananya... mendingan gak usah diomongin sekarang...".

Trus, setelah mendapat tanggapan yang kurang memuaskan dari obrolan tentang adeku, ibuku mulai mengarahkan 'bidikannya' ke aku. Lagi2 untuk kesekian kalinya *saking seringnya ibuku ngomongin ini, sampe ga tau lagi yg kemaren itu dah yang keberapa kalinya... T_T* lagi-lagi ibuku nyuruh aku untuk -pinjem istilah yang dipake ibuku untuk ngerayu aku- "iseng-iseng" nyoba masukin lamaran ke perusahaan tempat bapaku sekarang masih aktif bekerja. Dan lagi-lagi dengan iming2 gaji yang besar lah... bonus yang bejibun lah... dan segala kemudahan2 yang bakal didapet kalo aku kerja disana *emang sih... untuk masalah kesejahteraan karyawan, di perusahaan sono emang top markotop dah... tapi... entah kenapa aku ngerasa kaya'nya kalo disana aku gak bakal berkembang, dan aku pasti gak akan cocok dengan lingkungan kerja disana. Walaupun aku lahir dan tumbuh besar sampe lulus SMP disana. Dan tidak menutup kemungkinan, karena pengetahuanku tentang situasi disana, jadi bikin aku gak minat kali ya...*

Anyway... salah satu sifat burukku lagi, aku paling gak suka didikte alias diatur orang, terutama dalam hal menentukan 'arah' hidupku, even itu ortuku sendiri yang ngomongin *yah... walaupun mungkin nantinya aku toh mungkin bakal ambil keputusan ke arah yang sama pun, at least aku pengen ada proses yang bener2 aku ngertiin kenapa aku harus ambil keputusan itu instead of following blindly someone's order*. Jadi, ketika ibuku menganjurkan seperti itu... ya bisa ditebak kan tanggepan aku seperti apa...? aku bilang: "cape deeeehhhh... ntar aja lah, kalo aku dah bosen bertualang, baru aku balik..." huehue... benar-benar bukan anak yang berbakti yah... -_-;

Dan beberapa bla-bla-bla lainnya. Berhubung dari awal pembicaraan kami topik yang dibahas sudah bikin aku gak mood... akhirnya sepanjang pembicaraan aku kurang bisa menguasai "pitch control" -ku *hihihi... emang lg audisi nyanyi... :P* Alhasil, sepanjang pembicaraan di telpon itu aku jadi orang yang sangat nyebelin. Mungkin kalo ada yang lihat aku saat itu dan tau kalo aku sedang ngomong ke ibuku pasti bakal berpikiran kalo aku ini anak durhaka... T_T

Setelah rayuan yang tidak berhasil dan pembahasan yang tidak memuaskan, akhirnya pembicaraan di telpon selesai. Sebagian hatiku bilang: "fuuuhhh... akhirnya..." tapi sebagian hatiku yang masih waras berpikir: "aih... kalo seandainya aku jadi ibu dan anakku nanggepin aku seperti aku nanggepin ibu tadi, pasti aku bakal kecewa banget dan merasa gagal..." T_T

Ditengah pertentangan antara 'si hitam' dan 'si putih' dalam diriku, tiba2 ada sms masuk. Ternyata dari ibuku. Kurang lebih isinya lagi-lagi tentang keluhannya, kenapa sampe umurku yang sudah segini aku gak juga punya hubungan yang serius dengan seseorang, dan apakah aku gak capek dengan kondisi seperti sekarang ini... *jomblo maksudnya... :P*
And you know what? Lagi-lagi 'si hitam' rules me. Jawabanku cuma: "hayaaaahhh.... malessss....". See...? anak macem apa coba yang nanggepin ibunya macem itu... I'm not sweet at all...
Gak puas dengan jawabanku itu, lagi-lagi ibuku coba strategi lain untuk membuat aku sedikit 'berpikir', yaitu dengan menakut-nakuti . 'Si hitam' keukeuh gak mau ngalah dengan menjawab ancaman ibuku itu sekenanya aja. Sampai akhirnya ibuku menyerah.

Lagi-lagi si bodoh ini baru bisa berpikir dengan jernih setelah semua terjadi. Dengan kesalnya 'si putih' bilang: "hey... you're acting like a real bitch!". Plaaak... nyesel deh . Tapi 'si hitam' ternyata keukeuh dengan gengsinya. Akhirnya aku telpon sahabat baikku, tempat aku selalu cerita semua masalahku. Dan untunglah, disini 'si putih' dapat pembela. Sahabat baikku itu menyarankan aku untuk minta maaf. Tapi berhubung 'si hitam' masih terlalu liar malam itu, akhirnya dengan segala excuses yang sedikit dipaksakan aku memutuskan untuk minta maafnya besok pagi aja.

Pagi-paginya setelah bangun tidur sebenernya langsung inget sih buat minta maaf... tapi ternyata 'si hitam' masih terlalu sombong, dan 'si putih' blom bener2 bangun. Jadi, kuputuskan untuk setelah di kantor kirim sms aja...
Setelah sampe di kantor, nyalain pc. Begitu YM aktif, si Amir (sahabatku itu) langsung nanyain, udah telpon n minta maap pa belon... huehue... ya pasti belum lah... sekali lagi aku beralasan: "ntar dul, gw berencana untuk nelpon setelah kelar sarapan nih...". Huehue... padahal tadinya mo cuma sms doang. Setelah sarapan, akhirnya aku bener2 telpon ibuku dan minta maaf. You know what...? dengan sangat sabar ibuku cuma bilang: "iya nduk, gapapa... ibu kan cuma pengen yang terbaik aja buat kamu..." dan akhirnya mengikuti saran dari sahabatku, aku jawab ibuku: "iya bu... doain aja yah, semoga aku bisa cepet2 ketemu jodoh yang terbaik buat aku..."

Huiks... beneran deh, untuk jadi seorang ibu kaya'nya gak cukup punya hati seluas samudra yah... apalagi kalo punya anak yang ngeyelannya seperti aku... *semoga... besok2 kalo punya anak, anakku gak nurunin sifat aku yang jelek2 ini deh... *

I just wanna make you proud mom... Give me your lucky charm to do that...

Ayo... ayo... siapa yang pernah ngelakuin kebodohan yang sama ma' aku...? jangan lupa minta maaf yaaa...

Tuesday, November 18, 2008

When we have to choose - extended ver :P

Dulu aku sempet posting ini disini karena baru dapet email dari temen kan... Eh... ternyata baru-baru ini ada yang posting cerita yang sama di milist-nya anak-anak XIlkom2004 yang aku ikutin...

Ceritanya emang gak baru lagi buat aku... tapi baca komentar temen-temenku, bikin aku jadi minder... Sampe-sampe mikir "mereka itu temen sebaya aku bukan sih..." hihihih... secara mereka tampak dewasa sekali gitu... *eh salah, mengingat umur... kayanya emang sudah seharusnya sih... gw aja yg geblek, ga dewasa-dewasa... hicks... T_T*

Nah... berikut ini adalah komentar-komentar dua mbak-mbak yang sangat maknyus menurut aku:
Yaya artikel yang bagus....dan sepertinya memang sangat dibutuhkan oleh orang-orang di jaman sekarang ini, yang merasa satu untuk selamanya tidaklah cukup (apapun alasannya).
Aku ikut nimbrung dikit ya...^_^
Manusia itu diciptakan unik, karena itu tidak ada seorangpun yang sama satu dengan yang lainnya, kalau ada yang mengatakan aku cocok dan punya minat sama dengan pasanganku, maka yang sebenarnya adalah saat itu dia masih memiliki hati yang mau mengerti dan memahami pasangannya, tetapi setelah cukup lama dan mungkin cinta yang menggebu mulai suam, maka kemampuan untuk mau menerima kekurangan pasangan itu adalah suatu hal yang sangat sulit, sehingga alasan yang keluar dari bibir adalah : "kami sudah tidak memiliki kecocokan, sehingga lebih baik kami berpisah".
Yang menyedihkan kadang ada yang merasa harus berpisah atau mencari 'emas' yang lain karena tidak adanya seorang anak dalam rumah tangga, sebenarnya ini konsep yang harus diluruskan, karena Berkat dan Anugerah Tuhan yang paling besar adalah ketika Saudara dipertemukan dengan pasangan hidup saudara. Sedangkan anak adalah berkat tambahan yang dipercayakan Tuhan dalam keluarga.
Ada dokter di rumah sakit aku yang bercanda bilang gini : "Eh, saya itu udah nikah 25 tahun, tapi kadang kalo udah jengkel sama istri rasanya pengen tak tukar tambah aja...", memang perlu hati sedalam samudra dan seluas lapangan bola untuk memahami pasangn kita, mencintai dengan setulus hati emang nggak mudah, kita mudah mencintai saat dia masih cantik atau tampan, tapi saat dia mulai keriput, saat dia sudah mulai pikun, terlebih saat dia sudah tidak bisa lagi berjalan tegak..., masihkah kita juga mampu mengasihi pasangan hidup yang sudah dianugerahkan Tuhan buat kita?

~~~~

Thanks mbak..

senang dibahas gini ... krn kita ada dalam lingkaran masalah ini (mau gk mau, sekalipun hehe..). Tinggal kita menata, memperbanyak ilmu tentang kita dan dia ajah kalee ya..biar sama2 bisa saling belajar mengerti dan menghargai satu sama lain.

Ada cerita kecil yang tiba2 teringat nih...krn kmrn habis baca helvi tiana rossa..
singkat cerita, seperti ibu2 lain yg sudah sekian tahun membina rumah tangga, beliau dihinggapi pertanyaan "sebenarnya suami gue mikir seperti apa sekarang tentang gw (dg fisik yg pasti khas ibu2 hehe)" jd nyari strategi gitu lah dia gmn caranya tau jawaban atas pertanyaan td.. hehe ..(bener2 niat dan penasaran kalee ya) Hingga kemudian percakapan itu terjadi:

"Menurut Ayah, ibu yang sekarang seperti apa bagi Ayah..."
(sori ya smua percakapan ini pake bahasa Yaya sendiri. agak lupa2 inget..)
dengan cuek si Ayah jawab:
"Bunda taukan bahwa adanya bidadari syurga?..."
"nah bagi Ayah cukup bunda aja.."

(duileeeeee gilee...rasa menerima, menghargai dan mencintai istrinya guede bgt..jd pengen ..hus..! yaya...! hehe tp bermimpi boleh siy..wk..wk. ..)

ya intinya mah dengan mengkomunikasikan, dengan saling menerima rasa akan slalu bisa ditambah, dipupuki..jangan malah nyari2 celah kesalahan, gk seru dunk..masak lupa pada komitmen bhw pernikahan itu sendiri..benar kata mbak datu bhw mendapatkan pasangan itu Anugerah terbesar...dan mendapatkan anak adalah anugerah tambahan..bener bgt...

So..kira2 kapan ya anugerah untuk yaya datang (halah...maunya) hehe tapi sabar n siap menunggu sembari berusaha kok (buka kartu :D)

^_^

ntar kita bagi2 ruang diskusi kerumahtanggaan lage ya..boleh nih kayaknya hehe...

Huiks... kalimat yang di-bold sampe berulang kali dibaca... Kalo direnung-renungkan... emang bener juga sih... tapi... terkadang emang susah kan mempertahankan perasaan yang sama untuk waktu yang lama... bukan tidak mungkin juga sih... tapi susah... huehue...

Anyway... kesempurnaan memang mustahil untuk kita raih... tapi kita tetap harus memimpikannya *apa sih... :P* maksudnya, cinta yang sempurna memang bakal susah (bahkan mustahil) untuk didapat... tapi setidaknya kita harus mensyukuri yang ada, dan bersama2 mengusahakan untuk mewujudkan impian kesempurnaan itu bersama...

Seperti yang Pak Presiden kita bilang *Pak SBY beneran lho ini yang dimaksud... bukan Mas Bin... huehue...*:
"Bersama kita bisa!"
Hihihihih.... penting gak penting sih pembahasannya... :P

Feel free to comment ;)

Friday, November 7, 2008

Best Friend

Sedang merindukan BFF ku neh... T_T


Beruntunglah setiap orang yang memiliki sahabat sejati dalam hidupnya... *cieee... kata pembukanya gak nguatin yah bo' hihihih...*
Apalah artinya aku tanpa sahabat disisiku...

Siapa yang akan menopang ketika aku jatuh?
Siapa yang akan memberi kekuatan ketika aku lemah?
Siapa yang akan menyadarkan ketika aku terlalu terlena?
Siapa yang akan menarikku kembali ke dunia nyata ketika aku terlalu asik melayang2 dalam dunia mimpi dan khayal yang tak pasti?

Dimana aku dapat mencurahkan segala 'sampah' yang ada di hati?
Dimana aku dapat menumpahkan air mata ini?
Dimana aku dapat menyandarkan kepala yang overload oleh beban hidup?
Dimana aku dapat mendengarkan suara hati yang sungguh nyata?
*gak nyangka kan loe... gw bisa nulis kata2 diatas... khekhekhe...*


Dan aku memang beruntung; sepanjang hidupku yang belum terlalu lama ini... *ngaku2... :P* aku sudah dipertemukan dengan banyak sekali sahabat. Walaupun banyak diantaranya yang mungkin sudah gak lagi sering berkomunikasi karena mungkin jarak dan kesibukan masing-masing yang memisahkan... Sahabat akan selalu menjadi sahabat... ^_^
Kita tidak pernah merencanakan untuk bertemu dengan seorang sahabat...
Entah apa yang membuat kita menjadi sahabat...
Nasib kah? Takdir kah? Kebetulan kah? Apapun itu...
Tapi proseslah yang berjasa membuat kita menjadi sepasang sahabat...
Hicks... lagi kangen 'ma loe nih Dul...

Friday, July 18, 2008

When we have to choose

Pagi tadi baru dikirimin dari temen via email, bagus juga dan pengen share disini.
Rada panjang sih... tapi worth it koq... ^,*

RENUNGAN BAGI SEMUA YANG MASIH SINGLE MAUPUN YANG SUDAH MARRIED ...

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak
sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan
kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh
rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil
kepingan emas terserah mereka.

Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit
sekali dibedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang
emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada
peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan
mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat
atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja
dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan
memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan
rajanya.Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka
dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan
kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan
setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan
setengah hari lagi untuk memutuskan.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut,
karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka.

Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya
kepada salah seorang rakyatnya, "apa yang kau amat-amati, sehingga satu
setengah hari kau habiskan waktumu disini?". Jawab orang itu "tentu saja
aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu", lalu
tanya prajurit itu lagi "seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada,
atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja
mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi
"tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku
begitu waktuku habis".

Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan,
melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu
kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkau
sudah lebih dari cukup?" Jawab orang kaya itu "bagiku hidup adalah uang,
kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah
keuntunganku" .

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka
tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam
kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam
disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat
untuk mengambil emas itu?". Mendengar perkataan prajurit itu, orang ini
hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau engkau yakin
bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari
yang lain?". Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran,
lalu ia lebih mendekat lagi "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? ",
sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang miskin,
saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi
hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini,
atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu".
"Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku
kalau engkau tidak tahu" tanya prajurit itu lagi.
"Tuan emas dan
kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana
yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24
karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah
kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu. Prajurit
ini semakin penasaran mengapa bisa begitu?". "Bagi saya berapapun kadar
karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya
membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan"

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini. Lalu ia
melanjutkan perkataannya "Lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh
menukar emas yang sudah saya ambil". "Tidakkah engkau mengambil
emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?"
tanya prajurit lagi. "Saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu
setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan,
jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat
yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada
raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni".

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan
mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata
"Wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah
hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun
diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati
hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak
menghargai raja".

Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi
dihadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal "Dan
ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini
dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya
akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang
memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu
saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan,
kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu,
tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk
menanyakannya" . Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu
mengajar rakyatnya,dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah
karat satu persatu dari emas rakyatnya.

Dikutip dari : Kumpulan Sharing dan Cerpen

Judul Asli: When We Have to Choice



Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalam mencari
pasangan hidup:

Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacaran (setengah hari
untuk memilih).

Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa
emas-emas itu milik sang raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah
itu, artinya setiap manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk
berkomunikasi denganNya tentang pasangan Anda.



Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hari
untuk merenungkan) .

Mungkin pertama kali anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat,
ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat.
Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat
yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya,
belum tentu waktu kita melepaskannya kita mendapat yang lebih baik.

Jadi jika dalam tahap ini anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang
terbaik dilakukan ialah menilai secara objektif siapa dia (karena itu
keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan
menyelaraskan hati anda bersamanya, begitu anda tahu tentang hal
terjelek dalam dirinya sebelum anda menikah itu lebih baik, dengan
demikian anda tidak merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana anda
menerimanya, anda mampu menerimanya atau tidak, anda mengusahakan
perubahannya atau tidak.
"Cinta selalu berjuang", dan jangan anggap
tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta anda.

Justru jika dalam tahap ini anda tidak pernah mengalami masalah dengan
pasangan anda (tidak pernah bertengkar mungkin). Anda malah harus
berhati-hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti
banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan anda. Yang
terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen
dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam
tahap ini anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan,
artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan
dengan baik hal ini.



Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan).

Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan
untuk memilihnya, jangan berfikir untuk mengambil keuntungan dari
pasangan anda, jika ini terjadi berarti anda egois, sama halnya dengan
orang kaya diatas, dan dengan demikian anda tidak pernah puas dengan
diri pasangan anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan.

Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan anda sendiri, jangan
kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat
pada emasnya. Jadi percayalah kalau Allah pasti akan memperhatikan anda,
dan Dia yang paling berkuasa mengubah setiap orang.

Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita harus menikah lalu
bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi ???

Ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali
lagi itulah pilihan anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu
waktu untuk memutuskan, setelah itu anda tidak boleh menukar atau
meyia-nyiakan emas anda, jadi peliharalah pasangan anda sebagaimana
hadiah terindah yang telah Allah berikan. Dan apapun yang terjadi dengan
pasangan anda komunikasikanlah dengan Allah, karena Dia yang memiliki
hati setiap manusia ........

Semoga bermanfaat (^_^)/

Thursday, May 22, 2008

Hebrews 12:1,2

Hebrews 12 (New King James Version)

The Race of Faith
1 Therefore we also, since we are surrounded by so great a cloud of witnesses, let us lay aside every weight, and the sin which so easily ensnares us, and let us run with endurance the race that is set before us, 2 looking unto Jesus, the author and finisher of our faith, who for the joy that was set before Him endured the cross, despising the shame, and has sat down at the right hand of the throne of God.
Pagi ini dapet ayat di atas tuh... Direnung-renungin, tampaknya cocok sekali nih ayat ma keadaanku sekarang ini. Banyak sekali hal yang lagi mengganggu pikiran, banyak yang lagi dipikirin... Makin dipikirin makin pusing.

Menurut buku renungan harian yang kubaca, semua permasalahan itu terkadang sebenarnya tidak akan menjadi sulit bila kita mau "dengan mata tertuju kepada Yesus" memandang segala persoalan kita itu. Karena seringkali kita dibutakan oleh pandangan-pandangan kita yang hanya melihat pada diri sendiri alias egois.

Hmmm... iya juga yah, mungkin gejolak hati yang sedang aku rasakan (ceileh bahasanya... hihihi) ga akan jadi serumit sekarang ini kalau saja aku mau mengalihkan pandanganku pada Dia ya... Aku mau coba ah, walaupun mungkin ga mudah. Memang tidak selalu mudah mengesampingkan keegoisan kita untuk diri kita sendiri dan menyerahkan keputusan pada Yang Empunya Hidup. Seringkali hak istimewa yang diberikan kepada kita untuk memiliki kehendak bebas alias free will itu justru menjadi penghalang terbesar kita untuk dapat melakukan kehendakNya; untuk dapat mengiyakan kehendakNya atas diri kita.

Pfff.... memang sesusah ini kah? atau kebebalanku saja yang membuat semua ini menjadi susah?