Showing posts with label Endonesa.... Show all posts
Showing posts with label Endonesa.... Show all posts

Wednesday, October 28, 2009

Hari Sumpah Pemuda

Hari ini, 28 Oktober bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Mungkin sudah semakin banyak dari kita yang lupa dengan hari bersejarah ini. Apalagi kalo udah kerja seperti kita2 ini... *kita? elu aja deh, gw enggak wkwkwk...* Bagi yang kerjanya di kantor pemerintahan, mungkin masih ada upacara untuk menyambut hari bersejarah ini, jadi mau gak mau ya jadi inget... hihihi...

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengapresiasi hari bersejarah ini. Salah satunya yang paling populer yang banyak dipakai oleh temen2 adalah dengan memajangnya di status YM.

Dari sekian banyak status yang dipajang oleh temen2 hari ini, ada 1 status yang dipajang oleh salah satu temen kuliahku dulu yang bikin aku ngakak waktu bacanya. Nih, aku share disini biar kita bisa ketawa sama2... hihihi...



Aku bacanya sambil bayangin si empunya status ini lagi ngomong dengan gayanya yang culun2 gimanaaaa gitu... =)) *piss Yus... ;))*

*Thanks to Ayus, yang udah ngijinin statusnya buat dipost disini hihihi...

Tuesday, December 2, 2008

Tari Kecak

Weekend yang lalu sampe dua kali nonton tari Kecak. Yang pertama nonton di Uluwatu, trus dua hari berikutnya nonton di GWK (Garuda Wisnu Kencana) *in case ada yang blom tau kepanjangannya... :P*.

Tarian yang satu ini memang unik. Selain karena dibawakan secara kolosal, dimana banyak banget penari yang dilibatkan, cerita yang disajikan melalui tariannya juga menarik. Kalo aja kita ngerti bahasa Bali, pasti lebih seru lagi... Soalnya dalam pertunjukan itu ada semacam naratornya yang 'menyanyikan' jalan ceritanya. *Ayo... ayo... siapa yang bisa bahasa Bali...? ajarin Tanti dooonk... huehue...*

Dari dua pertunjukan tari Kecak yang aku tonton kemaren, ada beberapa perbedaan dari cara penyajiannya. Menurutku yang paling seru itu yang di Uluwatu, karena mereka gak menggunakan pengiring musik sama sekali. Jadi iringannya pure dari vokalnya para penarinya yang sahut-sahutan. Acapella gitu ceritanya... hehehe... Sedangkan yang di GWK, mereka sudah pake bantuan alat musik, seperti kentongan bambu, mini cymbals, gong, kendang, dll. Vokalnya cuman dikit doang...
Selain itu, yang di Uluwatu lebih ada interaksi dengan penontonnya. Aktornya sesekali masuk ke tempat duduk penonton, trus ngegodain penontonnya... Trus, yang paling favoritku, pemeran Hanoman-nya lebih atraktif. Gaya monyet yang tengilnya tuh dapet banget kalo yang di Uluwatu... Sedangkan yang di GWK lebih serius. Tapi kelebihannya, jalan ceritanya jadi lebih rapih n jelas aja sih... Jadinya orang yang rada lemot seperti diriku bisa lebih dapet jalan ceritanya... Tapi itu juga mungkin karena terpengaruh aku udah tau (baca) jalan ceritanya dari selebaran yang didapet di Uluwatu kemarennya sih... huehue...
Oh ya, selain itu yang di GWK pas bagian akhirnya ada pertunjukan semacam debus-nya gitu deh... jadi, beberapa penarinya ada yang beraksi nusuk-nusukin keris ke dada mereka gitu... trus, ada aksi injek2 api juga... (yang kalo di Uluwatu adegannya si Hanoman yang nendang lingkaran api)

Anywaayyy... buat kalian yang belum tau Tari Kecak itu sebenernya nyeritain tentang apa, aku berbaik hati nih, menyalinkan script yang dibagiin barengan tiket masuk pertunjukan Tari Kecak yang di Uluwatu... *dilengkapi dengan foto2 yang di GWK -karena pas di Uluwatu batere kamera abis, jadi gak kerekam lewat kamera... :P*
Kecak adalah jenis tarian Bali yang paling unik. Kecak tidak diiringi dengan alat musik / gamelan apapun, tetapi ia diiringi dengan paduan suara sekitar 70 orang pria, ia berasal dari jenis tari sakral "Sang Hyang". Pada tari Sang Hyang seseorang yang sedang kerasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah disucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabdanya. Pada tahun 1930-an mulailah disisipkan cerita Epos Ramayana ke dalam tari tersebut. Secara singkat ceritanya adalah sebagai berikut:

Karena akal jahat Dewi Kekayi (Ibu Tiri) Sri Rama, Putra Mahkota yang syah dari Kerajaan Ayodya diasingkan dari istana ayahandanya Sang Prabu Dasarata. Dengan ditemani adik laki-lakinya serta istrinya yang setia Sri Rama pergi ke hutan Dandaka. Pada saat mereka berada di hutan, mereka diketahui oleh Prabu Dasamuka (Rahwana) seorang raja yang lalim, dan Rahwana pun terpikat oleh kecantikan Dewi Sita. Ia lalu membuat upaya untuk menculik Sita, dan ia dibantu oleh patihnya, Marica. Dengan kesaktiannya Raksasa Marica menjelma mencadi seekor kijang emas yang cantik dan lincah. Dengan demikian maka mereka pun berhasil memisahkan Sita dari Rama dan Laksamana. Rahwana lalu menggunakan kesempatan ini untuk menculik Dewi Sita dan membawanya kabur ke Alengka Pura. Dengan mengadakan tipuan ini maka Rama dan Laksamana berusaha menlong Sita dari cengkeraman raja yang kejam itu. Atas bantuan bala tentara kera dibawah perintah panglima Hanoman maka mereka berhasil mengalahkan bala raksasa Rahwana yang dipimpin oleh Meganada, putranya sendiri. Akhirnya Rama berhasil merebut kembali istrinya dengan selamat.

Beberapa episode dari Epos itu diperagakan dengan:
Adegan I :






Rama, Sita dan Kijang Emas
Rama, Sita dan Laksamana memasuki arena, lalu muncul Kijang Emas, Sita meminta Rama untuk menangkapnya. Rama meninggalkan Sita yang dijaga oleh Laksamana. Tiba-tiba terdengar jeritan minta tolong. Menurut Sita, itu pasti suara Rama. Ia lalu menyuruh Laksamana untuk membantunya. Karena dituduh hendak mencari untung atas kematian Rama, Laksamana naik pitam dan pergi meninggalkan Sita seorang diri.

Adegan II :






Sita, Rahwana, Bhagawan dan Garuda
Rahwana muncul mau menculik Sita namun tak berhasil. Tetapi dengan akal jahatnya Rahwana berubah wujud menjadi Bhagawan (orang tua) yang sedang kehausan dan minta diambilkan air oleh Dewi Sita. Setelah dibawakan air, lalu Sita di bawa lari oleh Bhagawan tersebut yang sebenarnya adalah Rahwana. Sita lalu menjerit minta tolong dan jeritannya tersebut didengar oleh Burung Garuda yang sedang terbang di angkasa, lalu Garuda menolong Sita, namun pertolongannya tidak berhasil karena sayapnya putus ditebas oleh Rahwana. Sita pun dibawa kabur ke Alengka Pura oleh Rahwana.

Adegan III :
Twalen, Rama, Truna Laksamana dan Hanoman
Dengan ditemani abdinya, Rama dan Truna Laksamana yang sedang tersesat di hutan Ayodya Pura, ingat dengan istrinya yaitu Dewi Sita yang dibawa kabur oleh Rahwana ke Alengka Pura. Dengan bantuan Hanoman (si Kera Putih), Rama menyuruh Hanoman membawa cincinnya ke Alengka Pura untuk diberikan ke Dewi Sita.

Adegan IV :




Sita, Trijata dan Hanoman
Dengan ditemani Trijata, keponakan Rahwana, Sita meratapi nasibnya di Taman Istana Alongka. Hanoman (si Kera Putih) muncul. Ia berkata bahwa ia adalah utusan Sang Rama dan ia pun memperlihatkan cincin Rama yang dibawanya. Sita lalu menyerahkan bunga untuk diserahkan kepada Rama dengan pesan bahwa agar Rama segera menyelamatkannya dan Hanoman pun langsung pergi menuju tetanaman Alengka Pura, lalu mengobrak-abriknya sampai tak berbentuk, sehingga abdi Alengka Pura terkejut melihat keadaan yang sudah parah dan langsung menyuruh para raksasa untuk mencari si pembuat onar tersebut, dan Hanoman pun tertangkap lalu diikat dan dibakar. Namun karena kesaktiannya, Hanoman (si Kera Putih) akhirnya lolos dari maut.

Begitu ceritanya... Semoga besok-besok kalo kalian ada kesempatan nonton Tari Kecak gak cuma nikmatin gerakan n irama dari penarinya aja, tapi juga bisa ngerti jalan ceritanya... *gak seperti aku waktu pertama kali nonton kemaren... :P*

Oh ya, sedikit bocoran buat kalian yang belom pernah nonton Tari Kecak tapi bingung dimana n kapan pertunjukannya diadakan n berapa biaya yang kudu dipersiapkan, ini nih beberapa tempat yang aku tau:
  • Uluwatu - tampaknya tiap hari ada. Tiket Pertunjukan: Lokal Rp 50.000, Bule: Rp 100.000 -klo ga salah.
  • Pantai Padang-Padang - adanya cuma hari Minggu doang. Tiket Pertunjukan: Lokal n Bule sama, Rp 20.000
  • GWK - sepertinya sih tiap hari ada, tapi buat amannya mendingan kesananya hari Minggu aja... hehehe... Nontonnya gratis, tapi tiket masuk ke GWK bayarnya Rp 15.000 per orang.
  • Bali Dance Festival (Jimbaran) - ada jadwalnya, tapi gak gitu ngerti hari apa aja... Cuma sering liat aja tulisannya tiap pulang kantor. Tiketnya blom tau berapaan, blom pernah kesana sih... :P
Oh ya, Tari Kecak ini biasa digelar pas sunset. Jadi kalo emang mo ngincer pertunjukannya, datengnya sebelum jam 6 WITA ya... sambil menikmati sunset kan enak tuh... huehue...

Sekian liputan tentang Tari Kecaknya. Selamat menikmati tari kecak... Jangan lupa ajak Tanti yah klo mo nonton... hihihih...

Wednesday, November 19, 2008

Mandala oh Mandala...

Bukan Mandala yang artes itu lho...
Tapi Mandala Airlines... :P

Lagi bete berat neh ma maskapai satu ini...
Hicks...
Gara-garanya kudunya pagi ini jam 8.00 WITA aku sudah berangkat naik pesawat ke Surabaya dan seharusnya sudah sampe sana jam 7.45 WIB.
Nyatanya... ?

...Jam 8.00 WITA...

ding dung dung ding... Kami beritahukan kepada penumpang Mandala Air RI565, dikarenakan masalah teknis, pesawat kami delay hingga pukul 8.30 (kurang lebih begitu dah dia ngomongnya...)
Kupikir... OK, delay setengah jam no big deal lah... dah biasa, maskapai endonesah... Untung ada free internet dari Telkom... sambil online juga ga kerasa...

...Jam 8.20 WITA...

udahan ah onlinenya, ga enak ma yang lainnya... kebelet pipis juga... bentar lagi mo berangkat ini... pipis, trus duduk di bangku tunggu...

...Jam 8.30 WITA...

Kok belum dipanggil2 ya... kok malah manggil penumpang maskapai lain ya...? ah... belum kali, abis ini...

...Jam 9.00 WITA...

Online lagi ah... mumpung kosong, bete juga duduk2 doang... trus tadi dah muterin ruang tunggu... panggilan penumpang dari tadi buat maskapai lain aja...

...Jam 9.30 WITA...

Hmmm... sampe jam brapa neh begini terus? Kok ga ada kepastian gini nih... mana nyokap bokap dah nelponin terus... kasian mereka dah nunggu dari pagi di Juanda...
Tanya petugas airportnya ah...
Hicks... ga ada kepastian katanya... Petugas yang ada di gate penerbangan gak ngerti detail kenapanya katanya...
Tapi kayanya seru nih nontonin orang2 yang lagi pada ngamuk, ngomelin petugasnya...
Nonton ah....

...Jam 10.30 WITA...

Capek ah nontonin orang ngomel. Mana bediri lagi... Duduk ah... ngaso...
Eh... gak lama duduk, dipanggil deh ke gate. Bukan buat berangkat ternyata... tapi dikasih Roti Boy plus segelas Aqua sebagai pelepas dahaga ceunah... Trus, sama petugasnya disuruh lapor ke bagian ticketing di bawah...

...Jam 11.00 WITA...

Di bagian ticketing, katanya ada sih penerbangan ke surabaya dengan Garuda jam 14.15. Tapi tinggal sisa 9 seat. Dan aku telat, dah keduluan ma banyak orang yang di depanku. Trus katanya ada lagi Lion Air buat jam 16.50 *DOEEEENGGG* gila apa, nunggu sampe jam segitu...? Trus, tanya ke managernya, katanya klo untuk sampe Surabaya aja jam 16.00 bakal ada Mandala yang siap berangkat...
Telpon nyokap, tungguin sampe jam 4 sore disono mau gak...? Katanya sih ok ok aja... Ya udah, telpon temen kantor: Welly Suheri minta tolong dijemput ke airport. Daripada bete nunggu seharian di airport, mendingan ke kantor aja deh...

...Jam 11.30 WITA...

Siap-siap mo dijemput ke kantor... Jalan ke depan airport...
Baru 20 meter ninggalin terminal... eh... hp bunyi, dari kakak yang dah nungguin di Juanda bareng bokap nyokap... katanya, kalo emang tiketnya bisa di refund full n cuti gw bisa di-cancel, ga jadi ajah ke Surabaya nya... *DOEEENG* huh dasar, emang dianya aja yang males nungguin ampe jam 4 sore... ya udah, akhirnya setelah dipikir2 klo dengan begitu artinya pengeluaran juga akan sedikit terselamatkan juga... why not...? lagipula acara nikahan-nya dah lewat gara-gara dimajuin karena pihak mempelai pria-nya minta dicepetin karna yang cowo-nya keburu mo balik ke Dubai... (takut ntar pas balik blom puas berdua2an ma istri kali ye... hehehe...) ya sud deh...

Akhirnya di cancel deh... uang balik... tapi mulut capek ngejawapin pertanyaan temen-temen yang tau kalo sebenernya mo ke Surabaya, tapi kok sore-sore masih berkeliaran di kantor sambil pake baju santai... hahahaha...

Huuh... pengalaman beberapa kali (2 kali kalo ga salah) naik Mandala, sebelum-sebelumnya gak pernah deh begitu... on time malah... tapi kali ini... wedew... bener-bener deh... pengen kapok sih sebenernya... tapi... kapok gak yah... hihihih... secara saat ini masih terbilang maskapai penerbangan yang ongkosnya paling murah sih... trus dah gitu ticketing online nya juga termasuk yang paling gampang prosedurnya... huehue...

Kapok gak ya...

Wednesday, October 22, 2008

Main Congklak Yuuk... ^_^


Hayo... siapa yang ngaku orang Indonesia, tapi ga kenal dengan permainan tradisional yang satu ini... ? *berani taruhan, pasti Jendulz ngacung paling pertama... hihihihi peace Jen... :P*

Beberapa waktu yang lalu *kayanya sekitar sebulan yang lalu deh...* sempet bilang sama adeku pas lagi jalan2 di pantai nusa dua sambil ngorek2 pasirnya berharap ketemu kerang yang bagus: "kangen juga ya main congklak...".
Eeehhh... semalem pas lagi hunting oleh-oleh di Erlangga ga sengaja liat kerang-kerang yang biasa dipake buat biji congklak itu dibungkusin di plastik gitu... trus disimpen satu kardus sama benda yang tampak seperti balok-balok kayu dengan pegangan dari tali dari bahan yang kasar. Karena penasaran dan sedikit curiga kalo itu adalah benda yang selama ini dicari-cari, akhirnya ditengok dulu deh... Eh... ternyata bener, itu adalah congklak saudara saudara... hahaha... Keren loh bentuknya... Papannya bisa dilipet gitu... jadi kaya papan catur gitu deh... keyeeennn... *norak ih, baru liat papan congklak yang begituan...hihihih... harap maklumlah... :P*



Duh... begitu liat itu, langsung deh bimbang... beli gak ya... beli gak ya... Trus akhirnya diputuskan untuk beli deh... hihihih... daripada kepikiran... :P

Begitu sampe di rumah, langsung dibuka trus dimainin deh... Duh... nostalgia banget ga sih... hihihih...

Pertama, buka dulu papan congklaknya.


Trus, masukin deh biji congklaknya ke lubangnya 7-7...
Tapi... oops, kok bijinya kurang ya...... langsung ngomel deh... "yah... begini mah sama aja, kudu nyari kerang tambahan lagi..." sambil ngejalanin biji yang udah lengkap. Tapi lagi... loh, kok pas dijalanin dari lubang yang paling ujung kok biji terakhirnya ga pas nyampe di rumahnya yah... kelebihan satu... Huehuehue... ternyata lubang yang kecilnya emang cuma ada 6 toh... Jadi ya harusnya pembagian bijinya ya cukup 6-6 aja... hihihi... Ga jadi nyari kerang deh... :P

Wah... mainan congklak emang menyenangkan sekali... apalagi kalo udah denger kerang-kerang yang saling beradu satu sama lain dan juga kerang yang jatoh di lubangya... cekres cekres... kletak kletuk... duh terasa merdu sekali di telinga... *hihihih jadi sok puitis ga jelas deh... :P*

Monday, August 11, 2008

Ck ck ck...

Kemampuan apa yang dimiliki manusia, sehingga bisa melihat kehendak Tuhan, lalu dengan sesuka hati menghukum atas nama-Nya, seolah itu adalah yang Tuhan inginkan?

-Kahlil Gibran-

Quotasi ini didedikasikan untuk oknum-oknum di luar sana yang dengan semena-mena melakukan kekerasan terhadap sesamanya dengan mengatasnamakan Tuhan. Semoga mereka segera tersadar sehingga bisa sungguh-sungguh mengerti akan maksud dan kehendak Tuhan yang sejati, dan bahwa kekerasan tidak menyelesaikan masalah [Amieeennn]

*peace (^_^)v*